Bahaya Anemia pada Wanita Penyebab Gejala dan Pencegahannya

Bahaya anemia pada wanita, penyebab dan gejalanya akan saya bahas pada postingan kali ini. Di rumah sakit-rumah sakit penuh dengan pasien, dari yang berpenyakit ringan sampai yang berpenyakit kronis.

Penyakit akut adalah penyakit yang datang secara tiba-tiba atau dalam waktu yang relatif fingkat, sedangkan penyakit kronis adalah penyakit yang terjadi dalam proses yang cukup lama. Banyak sekali faktor yang menyebabkan orang menjadi sakit, misalnya kecelakaan, faktor keturunan, polusi, salah makan, kurang gerak (tidak pernah olah raga) dan masih banyak lagi faktor lainnya. Faktor penentu yang paling besar dan paling bisa kita kendalikan adalah faktor olahraga dan faktor makanan.

Anemia berasal dari bahasa Yunani, anaimia yang artinya kurang darah. Anemia sendiri adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dalam jumlah yang sedikit atau di bawah normal.

Keadaan kondisi seperti ini yang menyebabkan kinerja jantung meningkat, hal ini terjadi untuk meningkatkan jumlah darah yang beredar dalam tubuh kita. Dan jika hal ini terjadi dalam jangka waktu lama, maka jantung akan mengalami perubahan bentuk berupa pembesaran otot jantung yang dapat memicu terjadinya gagal jantung.

Mengapa harus wanita yang berisiko tinggi terkana penyakit anemia ini? jawabannya adalah karena mau tidak mau anda sebagai kaum hawa mengalami satu proses unik yaitu menstruasi. Menstruasi berarti anda kehilangan darah.

Ada banyak macam penyebab terjadinya penyakit anemia ini, akan tetapi ada penyebab utama yaitu defisiensi/kekurangan zat besi dari asupan makanan yang dikonsumsi. Zat besi mempunyai fungsi yang sangat penting buat tubuh kita, dan salah satu fungsinya adalah menjadi bahan utama dari sel darah merah.

Sel darah merah terbentuk sekitar 2 ribu - 3 ribu sel per detik dalam sumsum tulang, namun semua itu terjadi jika bahan baku utamanya yaitu zat besi salah satunya tersedia dalam jumlah  yang optimal.

Ada beberapa gejala yang muncul ketika seseorang terserang anemia, diantaranya yaitu:


  • Kelopak mata pucat. Pada bagian dalam kelopak mata yang pucat dapat menunjukkan bahwa seseorang terkena anemia.
  • Kelelahan kronis. Pasokan energi tubuh sangat tergantung pada oksidasi dan sel darah merah. Semakin sedikit jumlah sel darah merah, maka tingkat oksidasi dalam tubuh pun ikut berkurang. Apabila Anda mudah lelah atau kelelahan menyerang Anda selama sebulan lebih, berarti bisa jadi Anda terserang anemia.
  • Morning sickness. Rasa mual atau hampir muntah sejak bangun pagi.
  • Warna ujung jari tidak merah. Jika Anda memencet ujung jari Anda, maka darah akan terkumpul di sana dan menyebabkan warna merah di ujung jari. Begitu sebaliknya, jika ujung jari tidak memerah atau pucat, maka bisa jadi seseorang tersebut terindikasi anemia.
  • Mudah sesak napas. Dikarenakan pasokan oksigen yang rendah atau kurang, maka penderita anemia biasanya mudah sesak napas atau tersengal-sengal napasnya ketika naik tangga atau berjalan sedikit jauh.
  • Seringnya sakit kepala. Sakit kepala ini terjadi karena kurangnya asupan oksigen yang dikirim ke bagian otak dan bisa memicu terjadinya sakit kepala.
  • Detak jantung tidak beraturan. Pada istilah medis sering disebut sebagai palpitasi, yaitu keadaan dimana detak jantung tidak teratur, terlalu kuat, atau memiliki kecepatan abnormal. Penyebabnya lagi-lagi adalah kurangnya asupan oksigen yang kurang sehingga memicu kerja jantung bekerja lebih keras dan mempengaruhi denyut jantung.


Sedangkan faktor-faktor yang memicu terjadinya anemia adalah:


  • Menstruasi
  • Kehamilan
  • Rendahnya asupan gizi pada makanan
  • Gangguan kesehatan usus kecil atau operasi yang berkenaan dengan usus kecil
  • Kondisi kronis seperti gagal ginjal, kanker atau kegagalan hati.
  • Faktor keturunan

Pencegahan Penyakit Anemia

Pencegahan memang lebih baik dari pada mengobati, pencegahan penyakit anemia dari sisi makanan ada dua macam. Yaitu mencukupi asupan zat besi dan vitamin yang menunjang pembentukan sel darah merah. Jika keduanya tidak tercukupi, maka resiko anemia meningkat.

Makanan yang disarankan adalah:


  • Vitamin C. Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Contoh makan yang mengandung vitamin C adalah jeruk, melon dan buah beri.
  • Zat besi. Zat besi dapat diperoleh dari bahan makanan misalnya daging, kacang, sayuran berwarna hijau gelap, buah yang dikeringkan dan lain-lain.
  • Asam folat. Asam folat ini dapat diperoleh dari sayuran berwarna hijau gelap, pisang, jeruk, kacang-kacangan, sereal dan pasta.
  • Vitamin B12. Vitamin ini banyak kita temui pada susu dan daging.

Berikut tadi penjelasan tentang Bahaya Anemia pada Wanita Penyebab Gejala dan Pencegahannya. Semoga bermanfaat buat kita semua.

Post a Comment

0 Comments